Warga Banjir Kejar Mobil Prabowo di Aceh Tamiang

Rakyat Aceh Tamiang Berharap Perhatian Presiden

Di tengah perjalanan Presiden Prabowo Subianto menuju Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, warga Aceh Tamiang beramai-ramai menyampaikan aspirasi mereka. Saat itu, Presiden sedang berada di atas mobil Maung Pindad MV3, dan para warga terus-menerus memanggilnya sambil melambaikan tangan dari jalan raya.

Beberapa warga meminta foto bersama atau sekadar bersalaman dengan Presiden. Mereka juga menyampaikan permohonan bantuan, mengingat daerah mereka telah hancur akibat banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu. Banyak rumah warga terbawa arus banjir, sehingga sebagian besar penduduk harus tinggal di tenda darurat.

"Kami mohon Pak, bantu Aceh Tamiang," ujar seorang warga. "Perhatikan Aceh, Pak. Aceh Tamiang butuh bantuan."

Permintaan serupa juga disampaikan oleh Kepala Dusun Kampung Sukajadi, Desi. Menurutnya, banjir dan longsor yang melanda Aceh Tamiang telah merusak banyak rumah warga. Ratusan keluarga kini tinggal di tenda darurat sepanjang jalan raya.

Desi berharap Presiden dapat segera memberikan bantuan untuk rehabilitasi rumah warga. Ia menilai bahwa koordinasi antara pemerintah pusat dan pihak terkait sangat penting dalam proses ini.

"Kami memohon kepada Bapak Presiden dan Menteri Perumahan Rakyat agar secepatnya diberikan bantuan rumah. Itu yang sangat kami butuhkan saat ini," ujarnya.

Selain kebutuhan perumahan, warga Aceh Tamiang juga menyampaikan bahwa kebutuhan pangan dan sandang mereka saat ini relatif tercukupi berkat bantuan dari berbagai pihak. Bahkan, mereka telah menerima bantuan pakaian layak, termasuk mukena dan sajadah kain.

"Alhamdulillah, kami sudah menerima bantuan pakaian. Untuk makanan pun, kami bisa bertahan selama beberapa minggu ke depan," tambah Desi.

Meski kondisi mereka masih sulit, warga Aceh Tamiang tetap berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah. Mereka ingin diperhatikan dan didukung agar bisa segera pulih dari dampak bencana alam yang menimpa daerah mereka.

Dengan segala keterbatasan yang ada, warga masih terus berusaha bertahan. Namun, mereka tetap memohon agar pemerintah segera melakukan tindakan nyata untuk membantu pemulihan daerah mereka.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan