Warga North Carolina AS Pasang Atap Tahan Bencana dengan Asuransi


aiotrade, JAKARTA — Krisis iklim yang semakin memburuk telah meningkatkan frekuensi dan intensitas bencana alam di berbagai belahan dunia. Salah satu contohnya adalah banjir besar yang terjadi di Sumatra beberapa waktu lalu. Situasi ini mendorong masyarakat untuk mencari solusi mitigasi risiko, salah satunya dengan memasang "atap super" pada rumah mereka, yang bahkan bisa diasuransikan.

Di Amerika Serikat (AS), khususnya di negara bagian North Carolina, pemerintah setempat meluncurkan program inovatif berupa obligasi bencana atau catastrophe bond senilai US$600 juta. Dana tersebut diberikan kepada pemilik rumah dan perusahaan asuransi sebagai insentif untuk memasang atap tahan angin yang sangat kuat. Atap super ini menggunakan bahan-bahan seperti paku berulir yang dirancang untuk mengunci dengan kuat, serta penyegelan ekstra di bagian bawah dan tepi atap.

Program ini dibuat sebagai respons atas ketidakmampuan pemerintah federal AS dalam memberikan dana bantuan untuk menanggulangi dampak krisis iklim. Selain itu, perusahaan asuransi swasta juga enggan menanggung risiko properti di wilayah tersebut karena tingginya potensi kerusakan akibat badai.

Wilayah pesisir North Carolina sering dilanda badai yang mengancam keamanan bangunan. Oleh karena itu, banyak warga memilih untuk membeli asuransi dari Asosiasi Penjaminan Asuransi North Carolina (NCIUA), sebuah lembaga asuransi yang bertindak sebagai penanggung opsi terakhir bagi properti di pesisir.

Seperti halnya perusahaan asuransi lainnya, NCIUA membutuhkan reasuransi sebagai langkah mitigasi risiko agar dapat membayar klaim nasabah jika terjadi bencana besar. Salah satu alternatif yang digunakan adalah obligasi bencana, yang akan membayarkan jumlah tertentu jika kerusakan mencapai tingkat tertentu. Opsi ini populer karena jarang terpicu dan memberikan imbal hasil yang tinggi.

Pada awal 2025, NCIUA menawarkan investor obligasi bencana dengan dua fitur yang terkait dengan pengurangan risiko kerusakan angin pada rumah-rumah di portofolio mereka:

  1. Jika tidak ada kerugian besar terjadi setiap tahunnya, sebesar US$2 juta akan dikembalikan ke NCIUA dan dialokasikan khusus untuk mendorong pemilik rumah agar memasang atap super yang sangat tahan angin.
  2. Seiring bertambahnya orang yang memasang atap super, harga tahunan obligasi akan diatur ulang untuk mencerminkan perubahan paparan risiko tersebut.

Meski terlihat menjanjikan, program ini memiliki hambatan besar, yaitu biaya yang sekitar US$3.400 lebih mahal daripada atap standar dan spesifikasinya yang melebihi persyaratan kode bangunan. Akibatnya, hanya sedikit pemilik rumah yang memasangnya.

Untuk mengatasi masalah ini, NCIUA mulai menawarkan penggantian atap super gratis kepada pemilik rumah yang membutuhkan atap baru setelah badai. Selain itu, NCIUA melakukan edukasi kepada konsumen dan kontraktor, serta memperluas insentif seperti menawarkan hibah sebesar US$6.000 untuk atap super selama penggantian atap rutin, meskipun biaya peningkatannya hanya sebagian kecil dari itu. Hibah tersebut kemudian dinaikkan menjadi US$10.000.

Program ini mulai populer sejak dua tahun lalu. Hingga saat ini, lebih dari 20.574 rumah telah memiliki atap ini atau sedang dalam proses pemasangan, dengan lebih dari 6.000 ditambahkan pada tahun ini.

Manfaat finansial dari program ini sudah terasa. NCIUA menemukan bahwa rumah yang diperkuat memiliki klaim 60% lebih sedikit daripada rumah yang hanya mematuhi kode standar selama badai biasa, sementara dalam badai berkala besar terdapat 20% hingga 30% lebih sedikit klaim dengan tingkat keparahan yang lebih rendah.

NCIUA menghitung bahwa mereka akan mendapatkan kembali US$72 juta selama 10 tahun dari investasi atap tersebut. Hasil itu sebagian besar didapat dari penghematan pembelian reasuransi karena portofolio mereka akan tidak terlalu berisiko dan sebagian lain dari kerugian yang dapat dihindari setelah badai.

Program ini disebut revolusioner, walaupun secara finansial sederhana, oleh Shalini Vajjhala, pendiri dan direktur eksekutif PRE Collective, sebuah organisasi nirlaba dalam bidang iklim.

"Program North Carolina ini mengubah peta permainan," ujar Vajjhala. Dia mengatakan bahwa program ini dapat menjadi model percontohan dalam menghubungkan pengelolaan risiko finansial dengan risiko fisik. Selain mengurangi risiko, Vajjhala setuju penanggung asuransi juga dapat memperoleh keuntungan.

Masih terdapat tantangan untuk mengimplementasikan program ini dalam bencana alam lain, salah satu alasannya karena banyaknya variasi dalam upaya pengurangan risiko dari bencana alam yang berbeda-beda. Meski begitu, Dave Jones, seorang profesor dari Universitas California, Berkeley dan perancang polis asuransi kebakaran hutan, mengatakan obligasi semacam itu tetap menarik bagi para penanggung asuransi opsi terakhir.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan