
aiotrade
Banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya dalam beberapa hari terakhir mulai menimbulkan dampak serius bagi kesehatan warga.
Beberapa korban banjir dilaporkan terserang berbagai penyakit akibat kondisi lingkungan yang semakin memburuk. Beberapa penyakit yang mulai menyerang kesehatan warga antara lain infeksi kulit, diare, hingga demam yang dipicu oleh genangan air dan sanitasi yang tidak memadai.
Situasi ini membuat para petugas kesehatan diharapkan untuk segera turun tangan dan melakukan penanganan cepat sebelum angka kasus semakin meningkat.
Sejumlah masyarakat yang bertahan di titik pengungsian maupun yang telah kembali ke rumah, dikabarkan tengah diserang penyakit gatal-gatal, eksim dan demam. Oleh karena itu, masyarakat sangat membutuhkan gerak cepat Pemkab Pidie Jaya untuk menangani korban dari dampak bencana banjir.
Beberapa hal yang dibutuhkan antara lain obat-obatan dan penurunan tenaga kesehatan ke titik pengungsian warga. Selain menyediakan layanan medis darurat, tenaga kesehatan juga dinilai penting untuk melakukan penyuluhan, pemantauan kawasan rawan penyakit, serta distribusi obat-obatan agar penyebaran penyakit dapat ditekan sedini mungkin.
Dengan kondisi cuaca yang belum stabil, respons cepat dan terkoordinasi menjadi kunci untuk melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat yang terdampak banjir di Pidie Jaya.
Lebih lanjut, masyarakat yang mulai diserang penyakit kulit dan demam tersebut dialami oleh warga Gampong Lueng Bimba, Kecamatan Meurah Dua. Geulanggang, Tijien Daboih, Tijien Husen, serta Buangan Kecamatan Ulim.
Keuchik Gampong Lueng Bimba Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, Muhammad Ikhsan mengatakan, pasca bencana alam tersebut, wilayah perkampungan tergenang air banjir bandang. Di mana masyarakat setiap hari kakinya terendam air berlumpur.
" Saat ini masyarakat mulai merasakan gatal akibat bagian tubuhnya selalu terendam air kotor ini," kata Keuchik Muhammad Ikhsan, Selasa (2/12).
Kata dia, penyakit yang diderita masyarkat akibat banjir mayoritas menyerang bagian kaki maupun bagian tubuh lainnya. Begitu juga anak-anak mulai diserang demam.
"Ada yang kakinya bengkak, ruam-ruam dengan rasa gatal yang lumayan menggangu, ada juga yang badannya gatal-gatal serta anak-anak demam," jelasnya.
Ikhsan mengaku sempat mendatangi Posko penanganan bencana banjir bandang Pidie Jaya untuk menyampaikan keluhan itu serta meminta obat-obatan kepada petugas kesehatan di Posko untuk dibagikan ke masyarakat.
Namun, miris lanjutnya, petugas kesehatan bukan memberikan obat atau menurunkan petugas ke lokasi, tapi malah menyuruh masyarakat yang diserang penyakit tersebut untuk mendatangi pihak kesehatan langsung.
" Di Posko, orang kesehatan bilang, masyarakat yang menderita gatal-gatal agar mendatangi pihak kesehatan langsung," ujarnya.
Di tengah masyarakat yang sibuk dengan membersihkan rumahnya dari sendimen lumpur yang bawa banjir ditambah kondisi badan yang mulai lemas serta tidak dapat berjalan karena kaki bengkang akibat eksim, Keuchik Lueng Bimba meminta petugas kesehatan untuk rutin berkunjung ke titik-titik konsentrasi warga serta mengirim obat-obatan.
" Kami berharap agar petugas kesehatan turun dan membawa obatan-obatan untuk disalurkan ke masyarakat. Masyarakat sudah lemas untuk berjalan jauh di tengah kondisi kekurangan air dan makanan dan lelah membersihkan rumah," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim tenaga kesehatan (Nakes) untuk melakukan pengecekan kesehatan masyarakat di desa-desa.
"Sudah kita turun ke desa-desa. Dan saat ini tenaga Nakes kita (Pidie Jaya) juga merasakan musibah yang sama. Meski demikian para nakes tetap kita turunkan, makanya tidak maksimal," jelas Wabup Hasan Basri.
Oleh karena itu, diapun meminta Keuchik maupun tokoh masyarakat untuk dapat menyampaikan keluhan-keluhan ke Posko di gedung Tgk Chik Pante Geulima, komplek perkantoran Bupati Pidie Jaya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar