Warga sesalkan tawuran pemuda di Flores Timur, kejadian yang terus berulang

Warga sesalkan tawuran pemuda di Flores Timur, kejadian yang terus berulang

nurulamin.pro, LARANTUKA-- Warga menyesalkan tawuran pemuda di Kota Larantuka Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (3/12/2025).

Tawuran antara pemuda itu berlangsung di perbatasan antara wilayah Kelurahan Postoh dan Amagarapati Kecamatan Larantuka.

Dua kelompok pemuda dari dua wilayah itu saling melempar batu hingga botol kaca. Padahal Lokasi tawuran itu tidak jauh dari Mapolres Flores Timur di Kelurahan Ekasapta dan Markas Kodim 1624.

"Anak-anak Postoh dan Amagarapati bentrok lagi, baku lempar batu," ujar seorang warga di Larantuka, meminta identitasnya dirahasiakan nurulamin.pro.

Sumber itu menyebut, tawuran mulanya pecah sekitar pukul 01.00 Wita, lalu berlanjut pada pagi harinya. Kedua kubu dari arah berlawanan saling serang jarak jauh dengan batu.

Sejumlah personel dari dua instansi ini dikabarkan sempat mengamankan situasi tawuran. Namun, bentrokan justru kembali terjadi hingga pagi harinya.

Warga berharap penegak hukum menangkap oknum-oknum provokator yang suka memicu pertikaian. Peristiwa berulang ini pernah terjadi lebih dari tiga kali dalam setahun.

"Tawuran ini hanya buat kita lain tidak nyaman, kampungan sekali, kenapa suka sekali dengan kegaduhan," sesalnya.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Flores Timur AKP Eliezer Kalelado mengaku belum menerima informasi tawuran tersebut.

"Beta (saya) belum monitor," ujar Eliezer saat dikonfirmasi Sabtu siang.

 

Tawuran di Malaka makan korban

Sementara itu, tawuran antar pemuda yang terjadi di Kabupaten Malaka pada Rabu (31/12/2025) memakan korban jiwa.

Kapolres Malaka AKBP Riki Ganjar Gumilar menyebut tawuran menyebabkan satu korban meninggal dunia. 

Adapun tawuran antar kelompok pemuda itu terjadi di Pasar Mingguan Besitaek, Desa Umalawain, Kecamatan Weliman.

Menurut AKBP Riki, tawuran melibatkan dua kelompok pemuda, masing-masing berasal dari Desa Lorotolus, Kecamatan Wewiku, dan Desa Umalawain, Kecamatan Weliman.

“Dalam peristiwa tersebut, tiga orang warga Desa Lorotolus menjadi korban penganiayaan. Salah satu korban, atas nama Yulianus Bere alias Cinta, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis,” ungkap AKBP Riki.

Insiden bermula dari adanya penyerangan terhadap salah seorang warga Dusun Lakulo, Desa Umalawain.

Kejadian itu kemudian memicu aksi balasan dari warga sekitar, sehingga situasi berkembang menjadi aksi saling serang antar kelompok.

Selain menimbulkan korban luka dan korban jiwa, bentrokan tersebut juga mengakibatkan perusakan sejumlah fasilitas dan barang milik warga.

Aparat Polres Malaka mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan penyekatan di sejumlah titik rawan, serta memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar menahan diri dan kembali ke rumah masing-masing. 

Upaya tersebut dilakukan guna mencegah terjadinya konflik lanjutan dan aksi balasan antar warga.

“Situasi saat ini sudah berhasil kami kendalikan. Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian,” tegas AKBP Riki Ganjar Gumilar.

Selain pengamanan di lapangan, aparat kepolisian juga terus melakukan pendalaman terhadap para terduga pelaku pengeroyokan dan pengrusakan melalui kegiatan penyelidikan intensif serta pengumpulan keterangan dari saksi-saksi. 

AKBP Riki Ganjar Gumilar juga menegaskan bahwa proses penegakan hukum akan dilakukan secara profesional, transparan, dan berkeadilan sebagai bentuk kepastian hukum sekaligus upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Malaka.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas, mengedepankan penyelesaian secara damai, serta tidak mengulangi peristiwa serupa yang dapat merugikan banyak pihak. (cbl/ito)

 

Ikuti berita nurulamin.prodi GOOGLE NEWS

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan