
Ringkasan Berita:
- Ruang sore favorit warga Mataram: Jalan Lingkar Selatan–Tembolak Pelangi menjadi tempat nongkrong sore dengan panorama sawah dan suasana senja.
- Surga kuliner rakyat murah meriah: Aneka jajanan kaki lima seperti tahu tek, bakso bakar, kopi keliling, hingga es tebu tersedia mulai harga terjangkau.
nurulamin.pro, MATARAM -Bagi masyarakat Kota Mataram, waktu antara pukul empat sore hingga menjelang magrib adalah saat paling istimewa untuk keluar rumah.
Jika biasanya tujuan utama adalah mal atau pusat kota, kini perhatian beralih ke sisi selatan, tepatnya di sepanjang Jalan Lingkar Selatan hingga gerbang megah Tembolak Pelangi.
Kawasan ini telah menyulap dirinya menjadi ruang terbuka yang memadukan keindahan lanskap agraris dengan hiruk-pikuk wisata kuliner rakyat yang sangat meriah.
Di tengah suasana asri tersebut, berdirilah Tembolak Pelangi, ikon kota berbentuk tudung saji raksasa dengan corak warna-warni yang berdiri kokoh.
Menjelang sore, tempat ini mulai "hidup". Warga dari berbagai sudut kota berdatangan, memarkir kendaraan di bahu jalan, dan memilih spot terbaik untuk duduk lesehan di tepian sawah sambil menanti matahari terbenam.
Daya tarik utama tempat ini bukan hanya pemandangannya, melainkan deretan kuliner gerobakan yang seolah tak ada habisnya.
Aroma bumbu kacang yang gurih akan langsung menyambut Anda dari jejeran penjual Tahu Tek.
Hanya dengan membayar mulai dari 10 ribu rupiah, Anda sudah bisa menyantap porsi hangat tahu telur dengan bumbu petis yang mantap di tengah hembusan angin sawah.
Bagi yang sekadar ingin mengemil, asap dari bakaran bakso dan sosis bakar yang berjejer rapi menjadi godaan tersendiri
Harganya yang juga mulai dari 10 ribu rupiah membuat siapa saja bisa jajan sepuas hati tanpa takut dompet menipis.
Tak perlu jauh-jauh ada deretan kopi keliling. Para penjaja kopi ini siap menyajikan segelas kopi hangat atau es kopi segar hanya dengan harga mulai 8 ribu rupiah.
Sambil menggenggam segelas kopi, Anda bisa memesan jagung rebus, kacang tanah hangat, atau pisang goreng yang baru saja diangkat dari penggorengan.
Bagi pencinta rasa segar, es tebu yang diperas langsung dan beragam minuman kekinian dengan aneka rasa juga tersedia melimpah, menawarkan kesegaran maksimal di tengah sisa panas matahari sore.
Suasana semakin ramai dan hangat saat langit mulai berubah warna menjadi jingga.
Anak-anak muda yang berswafoto dengan latar belakang Tembolak Pelangi, keluarga yang bercengkrama di atas pembatas sawah, hingga tawa renyah para sahabat yang berkumpul menjadi pemandangan biasa di sini.
Menikmati sore yang indah di Mataram tidak harus mahal. Cukup dengan duduk di tepi sawah, memandang megahnya ikon kota, dan menikmati jajanan kaki lima, lelah setelah seharian beraktivitas pun seolah sirna seketika.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar