
Pendekatan Unik New Wisata Wendit dalam Melestarikan Budaya Lokal
Di tengah persaingan destinasi wisata yang mengedepankan hiburan modern dan fasilitas komersial, New Wisata Wendit by Nicole memilih jalur yang berbeda. Kawasan ini terletak di Kabupaten Malang dan fokus pada pengembangan konsep wisata yang tidak hanya menyajikan rekreasi, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi tradisi dan kebudayaan lokal.
Melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif, Wendit berupaya menciptakan wisata yang memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Salah satu contoh nyata dari komitmen tersebut adalah pagelaran seni Bantengan yang rutin diselenggarakan di area gerbang utama kawasan.
Pertunjukan tradisional khas Jawa Timur ini bukan sekadar atraksi visual bagi wisatawan, melainkan sarana untuk memperkenalkan nilai, filosofi, dan simbolisme budaya kepada generasi muda. Dokter Hewan New Wisata Wendit, Elvi Dwi Yunitasari, menjelaskan bahwa pengembangan Wendit dirancang sebagai ruang publik dengan fungsi sosial. Bagi pengelola, wisata tidak hanya berkaitan dengan hiburan, tetapi juga pembelajaran kultural.
“Kami memposisikan New Wisata Wendit bukan hanya sebagai tempat rekreasi,” ujar Elvi. “Kami ingin kawasan ini menjadi ruang edukasi budaya bagi pengunjung.”
Sebagai kawasan heritage dengan jejak historis panjang, Wendit dikembangkan sebagai “laboratorium budaya terbuka”. Konsep ini memberi ruang interaksi antara wisatawan, pelaku seni, komunitas budaya, pelajar, dan lembaga pendidikan. Melalui kolaborasi tersebut, pelestarian budaya tidak hanya dikelola oleh pengelola kawasan, tetapi juga melibatkan masyarakat sebagai bagian langsung dari ekosistem seni.
Kolaborasi dengan Komunitas Seni Lokal
Pengelola bekerja sama dengan komunitas seni lokal untuk menghadirkan pertunjukan rutin, termasuk Bantengan, tari tradisional, serta kesenian khas daerah lainnya. Selain memperkuat daya tarik wisata, langkah ini membuka ruang ekspresi bagi seniman lokal serta mendukung keberlangsungan regenerasi seniman muda.
Menurut Candra, perwakilan pengelola, penyediaan ruang pertunjukan bukanlah sekadar penataan program event, melainkan bentuk pemberdayaan budaya masyarakat sekitar. “New Wisata Wendit memberikan ruang aktualisasi bagi para seniman,” ungkapnya.
Pertunjukan Bantengan tidak hanya diposisikan sebagai hiburan, melainkan disertai penyampaian nilai simbolik dan filosofi yang melekat di dalamnya. Dengan begitu, tradisi tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Edukasi Budaya
Di sisi lain, pengelola juga memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan edukasi budaya. Melalui media sosial, berbagai konten seni tradisi dipublikasikan agar dapat dijangkau masyarakat yang lebih luas.
Dalam beberapa tahun ke depan, Wendit menargetkan penguatan program wisata budaya berkelanjutan. Berbagai kesenian rakyat, pertunjukan musik tradisional, hingga agenda kolaboratif dengan komunitas lokal direncanakan menjadi program rutin kawasan.
Visi Masa Depan New Wisata Wendit
Dengan mengintegrasikan rekreasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat, New Wisata Wendit by Nicole menegaskan diri sebagai destinasi wisata yang berpijak pada nilai heritage. Tidak hanya sebagai tempat berkunjung, kawasan ini menjadi ruang hidup bagi tradisi yang terus bertumbuh.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar