Wisatawan membanjiri Lawang Sewu saat libur Tahun Baru 2026

Wisata Sejarah Lawang Sewu Jadi Tujuan Favorit Selama Libur Akhir Tahun

Kawasan wisata sejarah di Kota Semarang, yakni Lawang Sewu, menjadi salah satu destinasi yang paling diminati selama libur akhir tahun 2025 dan Tahun Baru 2026. Peningkatan jumlah pengunjung tidak hanya terlihat dari kepadatan kawasan, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi pedagang di sekitar kawasan Lawang Sewu.

Dewi, salah satu wisatawan asal Kota Tegal, Jawa Tengah mengaku tertarik untuk mengunjungi Lawang Sewu sebagai destinasi wisata saat periode liburan karena nilai edukasi yang ditawarkan. “Ya karena saya datang membawa anak biar mereka bisa mengenal sejarah dari Lawang Sewu itu,” ujarnya saat ditemui langsung di kawasan wisata Lawang Sewu pada Jumat (02/01/2026).

Dewi yang datang bersama suami dan kedua anaknya ini menjelaskan bahwa daya tarik utama Lawang Sewu terletak pada keunikan bangunan serta nilai historisnya. “Yang pertama itu penasaran ya, Lawang Sewu itu memang benar-benar ada seribu atau enggak gitu (jumlah pintu). Terus setelah masuk ternyata bagus buat edukasi anak-anak,” jelasnya.

Terkait fasilitas yang disediakan di Lawang Sewu, Dewi menilai bahwa fasilitas di kawasan wisata ini sudah memadai dan mendukung kenyamanan pengunjung. Lebih lanjut, ia menyebut bahwa kehadiran fasilitas 3D di Lawang Sewu berupa Wahana Immersive menjadi nilai tambah untuk wisata edukasi keluarga. “Tadi di dalam ada wahana 3D, itu membantu anak-anak untuk mengenal lebih jauh sejarah Lawang Sewu. Sesuai banget dan jadi pilihan yang tepat buat ajak anak-anak,” katanya.

Kepadatan wisatawan yang mengunjungi Lawang Sewu memberikan dampak yang signifikan terhadap ekonomi pedagang di kawasan sekitar tempat wisata tersebut. Other, salah satu pedagang oleh-oleh di sekitar kawasan Lawang Sewu mengungkap bahwa jumlah pembeli pada periode liburan akhir tahun meningkat sangat pesat dibanding hari biasanya. “Lumayan jauh sih, lumayan bagus ini ya daripada bulan-bulan yang kemarin. Ya intinya rame sekarang (saat periode liburan akhir tahun),” ujar Other yang dijumpai di lapak dagangannya pada Jumat (02/01/2026).

Pedagang yang telah mulai berjualan sejak tahun 2016 ini menjelaskan bahwa omset penjualan saat periode libur akhir tahun ini berhasil naik signifikan hingga 60%. Pada hari biasa, Other menyebut bahwa pendapatannya hanya berada di kisaran Rp500.000, namun saat periode liburan seperti sekarang, omset penjualannya bisa melonjak hingga Rp2.000.000.

“Omsetnya lumayan agak tinggi, dari sebelum Natal juga udah naik penjualannya tapi sekarang makin naik. Kenaikannya sekitar 60%-65% lumayan banyak yang laku. Pas periode liburan sekarang omset seharinya bisa sampai Rp2.000.000, tapi saat hari biasa paling di bawah Rp500.000 kalau satu minggu mungkin Rp800.000 hingga Rp1.000.000 bisa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Other menyebut bahwa baju atau kaos menjadi produk yang paling laku dibeli oleh para pengunjung di lapak dagangannya. Ia telah mengantisipasi jumlah lonjakan pengunjung dengan menambah stok barang lebih banyak dibanding hari biasanya. Namun, meski mendapat kenaikan omset, Other mengaku tidak menaikkan harga barang dagangan selama masa liburan.

“Kami jualan di sini sudah lumayan lama, jadi sudah tau pergerakannya. Jadi di rumah sudah ada stok barangnya. Untuk harga ya normal aja, kami nggak naikin harga pakai harga yang dari dulu aja. Kami kan mainnya untung sedikit tapi cepat lakunya saja,” tutup Other.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan