
Pengembangan Usaha Wedding Organizer yang Viral di Media Sosial
Di wilayah Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, sebuah Wedding Organizer (WO) bernama Ayu Puspita menarik perhatian masyarakat. Meski awalnya dikenal sukses, kini WO tersebut tengah menghadapi dugaan penipuan yang membuat banyak korban kecewa.
Menurut pengurus lingkungan dan warga sekitar, usaha WO ini terus berkembang selama lima tahun beroperasi. Awalnya, hanya satu rumah di Jalan H. Siun II yang disewa sebagai kantor. Namun, seiring bertambahnya pelanggan, pemilik WO memperluas usahanya dengan menyewa tiga rumah lain yang berdekatan untuk dijadikan kantor.
"Pertama satu, terus dua, tambah lagi, satu lagi, tambah lagi tanah kosong untuk parkiran propertinya (dekorasi pernikahan)," kata Ketua RT 01/RW 05, Ceger, Azli.
Masing-masing rumah yang disewa memiliki luas sekitar 100 meter persegi, dua di antaranya bertingkat dua, sementara satu rumah lainnya sedang dalam proses pembangunan. Selama akhir pekan, empat rumah tersebut selalu sibuk dengan aktivitas puluhan pegawai dan kendaraan yang masuk serta keluar.
Namun, warga sekitar tidak menyangka bahwa WO ini kini terlibat dalam kasus dugaan penipuan. Banyak catering yang tidak dikirim oleh pengelola WO kepada klien saat pesta pernikahan berlangsung.
Korban Menggeruduk Kantor WO
Sejak Minggu (7/12/2025), sejumlah korban penipuan datang ke kantor WO untuk menuntut ganti rugi atas kerugian mereka. "Waktu Jumat (5/12) pagi masih ramai aktivitas pegawai segala macam. Nah tiba-tiba waktu Minggu (7/12) baru heboh katanya karena catering gagal melaksanakan tugas," ujar Azli.
Sayangnya, saat para korban datang, pemilik WO tidak ada di lokasi. Hal ini membuat para korban tidak mendapat jawaban pasti atas kerugian mereka. Berdasarkan catatan pengurus lingkungan, sudah ada 10 korban yang melaporkan diri sebagai korban penipuan, baik yang sudah membayar lunas atau hanya uang muka.
Hingga Senin (8/12/2025), masih ada sejumlah korban yang datang ke kantor WO untuk mempertanyakan hak mereka, tetapi tidak mendapatkan penjelasan resmi dari pemilik WO.
Aktivitas yang Tidak Menyentuh Warga
Menurut pengurus lingkungan, sejak awal membuka usaha WO dengan menyewa rumah di Jalan Haji Siun II, pemilik WO nyaris tidak pernah menetap di kantornya. "Kalau hari Senin sampai Kamis itu memang di kantor seperti libur enggak ada aktivitas. Pas hari Jumat, Sabtu, Minggu baru ada terlihat pegawai masak segala macam," tutur Azli.
Setidaknya ada 10 pegawai tetap yang bekerja di kantor WO, namun saat proses produksi catering terdapat puluhan pegawai lepas yang membantu proses produksi dan bongkar muat dekorasi. Pasalnya, pada akhir pekan WO tersebut dalam satu harinya saja dapat melayani lima hingga enam pesta pernikahan, dan kliennya tidak hanya berada di wilayah Jakarta saja.
Interaksi dengan Pegawai Tetap
Warga sekitar mengaku tidak terlalu mengenal sosok pemilik WO. Mereka hanya kerap berinteraksi dengan pegawai tetap yang tinggal pada empat rumah tempat produksi. "Usahanya berkembang terus, makin ramai yang saya lihat. Kalau akhir pekan itu pegawainya bisa sampai 30, banyak pegawai lepasnya yang membantu kan soalnya," tutur warga sekitar, Niman.
Sebelumnya, sebuah video viral merekam ratusan warga mendatangi kantor wedding organizer (WO) di wilayah Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Video tersebut viral di media sosial. Berdasarkan narasi yang beredar, warga mendatangi kantor WO tersebut karena menjadi korban penipuan layanan catering yang disediakan WO tersebut, Minggu (7/12/2025).
Pasalnya, berdasarkan narasi yang beredar, sejumlah korban yang sudah membayar untuk mendapat layanan catering saat pernikahan justru tidak menerima makanan dari pihak WO. Kerugian yang dialami para korban pun terbilang besar, karena masing-masing korban mengakui membayar hingga puluhan juta rupiah terhadap pengelola WO tersebut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar