WSBP Raup Pendapatan Rp 1,17 Triliun, Siap Tuntaskan Homologasi

Pemulihan dan Peningkatan Efisiensi WSBP Pasca-Restrukturisasi

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menunjukkan pemulihan yang luar biasa sejak menjalani proses restrukturisasi. Perusahaan ini telah fokus pada peningkatan profitabilitas operasional, penguatan fundamental keuangan, serta komitmen terhadap Environmental, Social, and Governance (ESG). Hal ini memperkuat posisi WSBP sebagai inovator solusi infrastruktur berkelanjutan.

Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto, menjelaskan bahwa hingga November 2025, kinerja WSBP menunjukkan tren positif yang didorong oleh empat lini bisnis utama: Beton Precast, Beton Readymix & Quarry, Jasa Konstruksi, dan Sewa Alat Berat. Laporan kinerja per September 2025 mencatat angka yang menjanjikan, mencerminkan keberhasilan program restrukturisasi internal.

WSBP membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 1,17 Triliun, dengan segmen Beton Precast menjadi penyumbang terbesar (45,26%), diikuti Readymix (30,06%), dan Konstruksi (24,01%). Perusahaan juga mencatatkan Laba Kotor sebesar Rp 201,49 Miliar, dengan margin laba kotor sebesar 17,25%, yang menunjukkan kesehatan finansial perusahaan.

Program rasionalisasi dan digitalisasi yang dilakukan WSBP terbukti efektif dalam menekan Beban Umum dan Administrasi hingga 21,01% (year-on-year), yang menandai peningkatan efisiensi operasional yang signifikan.

Dominasi Pelanggan Eksternal dan Kontribusi PSN

Komitmen WSBP terhadap pasar eksternal memberikan hasil yang signifikan dalam perolehan Nilai Kontrak Baru (NKB). Hingga November 2025, NKB WSBP mencapai Rp 1,36 Triliun, dengan mayoritas berasal dari luar Grup Waskita. Pelanggan Eksternal (BUMN, Pemerintah, dan Swasta) menyumbang 74,88% (Rp 1,017 Triliun), menunjukkan tingginya kepercayaan pasar di luar induk perusahaan.

Lini bisnis Precast menjadi penyumbang NKB terbesar (41,15%), diikuti Konstruksi (34,69%) dan Readymix (23,70%). Lima proyek terbesar yang didapatkan pada tahun 2025 meliputi Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan 1, Proyek Jalan Tol Trans Sumatera, LRT Velodrome–Manggarai, UCC LNG Tangguh, dan Pembangunan Gedung Kuliah Politeknik Negeri Madura. Proyek-proyek ini menunjukkan kontribusi aktif WSBP pada Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintah.

Penuntasan Homologasi

Stabilitas keuangan WSBP semakin diperkuat dengan kemajuan pesat dalam implementasi perjanjian homologasi. Perusahaan telah merealisasikan pembayaran kewajiban melalui skema Cash Flow Available for Debt Services (CFADS) sebanyak enam tahap, dengan total sekitar Rp 5,42 Miliar. Proses konversi Utang Vendor menjadi saham telah berjalan dengan nilai lebih dari Rp 1,5 Triliun dan terus dilanjutkan.

Selain itu, Obligasi Wajib Konversi (OWK) senilai Rp 1,85 Triliun telah dituntaskan sesuai skema restrukturisasi. Rasionalisasi aset nonproduktif sebanyak 181 unit telah menghasilkan proceed senilai Rp 28 Miliar, yang digunakan untuk mendukung penyelesaian kewajiban. Kestabilan ini terkonfirmasi dari peringkat kredit idB/Stable dari PEFINDO untuk seluruh obligasi Perseroan, menunjukkan pemulihan kepercayaan investor dan pasar modal.

Jejak Infrastruktur Hingga IKN

WSBP memiliki kekuatan operasional yang tersebar merata secara nasional, ditopang oleh sembilan Precast Plant dan sebelas Batching Plant di berbagai kluster, termasuk kluster kritis Kota Nusantara (IKN) dengan Batching Plant WSBP Sepaku 1 dan Sepaku 2. Total Nilai Kontrak Dikelola (NKD) WSBP hingga November 2025 mencapai Rp 2,12 Triliun, dengan proyek-proyek strategis di Area Penjualan 4 (Kalimantan) yang mencakup Jalan KIPP dan Gereja Basilika, IKN.

"Proyek-proyek ini menegaskan peran vital WSBP dalam pembangunan Ibu Kota Negara," ungkap Fandy. Produk terlaris perusahaan (Spun Pile, Beton Readymix, PC-I Girder, CCSP, dan Full Slab) menjadi tulang punggung penyelesaian berbagai PSN, seperti Tol Serang–Panimbang dan Tol Probolinggo–Banyuwangi, serta proyek-proyek PHTC di sektor kesehatan, pertanian (Bendungan Bener), dan pendidikan (Politeknik Negeri Madura).

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan