
nurulamin.proBukan cuma raihan hasil, ada alasan lain mengapa posisi Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid kini terlihat berada dalam tekanan.
Soal raihan hasil sudah jelas, Madrid kepayahan di tangan mantan gelandangnya itu.
Datang menggantikan Carlo Ancelotti, Alonso tidak membuat Los Blancos tampil meyakinkan pada kompetisi ini.
Di LaLiga setelah setengah musim, Madrid tertinggal 4 poin dari seteru abadinya yang memuncaki klasemen, Barcelona.
Di Liga Champions, El Real memang masih dalam trek lolos langsung ke babak 16 besar dengan berada di posisi ke-7 klasemen.
Namun, Madrid sudah 2 kali kalah dari sesama tim raksasa, Liverpool dan Man City.
Terbaru, Real Madrid dikalahkan Barcelona 2-3 dalam final Supercopa de Espana, Minggu (11/6/2026) di Jeddah, Arab Saudi.
Bukan cuma soal hasil, kemampuan Alonso memaksimalkan skuad mewah yang dimilikinya juga sekarang menjadi pertanyaan.
Pasalnya, 2 pemain yang meninggalkan klub pada tengah musim sekarang malah bersinar di tim lain.
Setelah disia-siakan Alonso di Madrid, 2 pemain ini malah bersinar di tim lain tersebut.
Nama pertama adalah Brahim Diaz, yang tidak sepenuhnya pergi dari Real Madrid.
Pemain kelahiran 3 Agustus 1999 itu hanya pergi ke Piala Afrika 2025 untuk membela Maroko.
Diaz jelas sekali tidak dipertimbangkan Alonso sebagai pemain utama di Madrid.
Los Blancos sudah memainkan total 27 pertandingan di LaLiga, Liga Champions, Copa del Rey, dan Supercopa de Espana pada musim ini.
Dari kemungkinan maksimal 2.430 menit bermain, Diaz hanya mendapatkan 484 menit.
Diaz seperti melampiaskan kegalauannya di Madrid saat membela Maroko di AFCON 2025.
Secara luar biasa, dia selalu mencetak gol dalam 5 pertandingan yang sudah dilewati Singa-singa Atlas untuk sekarang mencapai babak semifinal.
Brahim Diaz sendirian memuncaki daftar pencetak gol terbanyak turnamen sejauh ini dengan sudah mengemas 5 gol.
Dia mengungguli Mohamed Salah (Mesir) dan Victor Osimhen (Nigeria), yang masing-masing punya 3 gol.
Satu lagi pemain yang bersinar setelah ditendang Real Madrid adalah wonderkid mereka, Endrick.
Musim lalu Ancelotti masih berusaha memaksimalkan jebolan akademi Palmeiras ini dengan memainkan Endrick sebanyak 37 kali di semua kompetisi.
Si bocah ajaib yang kini berusia 19 tahun itu membalas kepercayaan tersebut dengan mencetak 7 gol.
Ancelotti mengamini talenta Endrick, yang pada musim 2024-2025 antara lain mengukir rekor menjadi pemain asing Madrid termuda yang mencetak gol di LaLiga dan pemain termuda Los Blancos yang mencetak gol di Liga Champions.
Tidak seperti Ancelotti, Xabi Alonso nyaris tidak memainkan Endrick selama paruh pertama musim ini.
Kalau Brahim Diaz hanya diberi 484 menit, pemain kelahiran 21 Juli 2007 ini cuma kebagian 99 menit!
Sebelum Natal lalu, Real Madrid memutuskan melepas Endrick ke klub Liga Prancis, Lyon, dengan kontrak peminjaman selama 7 bulan.
Lyon membayar separuh gaji Endrick plus biaya peminjaman hanya sebesar 1 juta euro atau sekitar 20 miliar rupiah.
Endrick baru melakoni debutnya untuk Lyon pada Minggu (11/6/2026).
Dia langsung dimainkan sebagai starter oleh pelatih Paulo Fonseca saat menghadapi Lille, klub yang diperkuat bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, di babak 32 besar Piala Prancis.
Endrick hanya membutuhkan waktu 42 menit untuk mencetak gol pertamanya bagi Lyon.
Dengan sebuah tendangan voli yang meneruskan assist Corentin Tolisso, Endrick membawa Lyon unggul 2-1 atas Lille yang bertindak sebagai tuan rumah.
Sebelumnya, Afonso Moreira mencetak gol pembuka skor untuk Lyon pada menit pertama yang kemudian dibalas Nathan Ngoy di menit ke-28.
Skor 2-1 bertahan sampai akhir pertandingan yang tidak dihiasi kehadiran Verdonk karena mengalami cedera ini.
"Setelah seminggu bersama kami, itu tidak mudah tetapi saya pikir penampilannya sangat positif," puji Fonseca soal Endrick seperti dikutip dari L'Equipe.
"Dia mencetak gol, yang berarti penting."
"Saya pikir seiring perjalanan waktu, kondisi fisiknya akan lebih bagus."
"Dia akan menjadi lebih baik dalam memahami intensi tim. Ini penampilan yang positif untuk pemain yang tidak banyak merumput."
"Dia sangat eksplosif, sangat cepat, dia kuat dalam situasi satu-lawan-satu," pungkas Fonseca.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar