
Kunjungan Perdana Menteri Timor Leste ke Sekretariat ASEAN
Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao, mengawali kunjungan resminya ke Sekretariat ASEAN di Jakarta pada hari Kamis, 11 Desember 2025. Kunjungan ini dilakukan setelah negaranya secara resmi ditetapkan sebagai anggota penuh ke-11 dalam KTT ASEAN ke-47 yang berlangsung di Malaysia beberapa bulan lalu.
Pada awal pidatonya, Xanana Gusmao langsung menyampaikan rasa belasungkawa atas bencana alam yang menimpa Indonesia. Ia menyebutkan bahwa banjir dan tanah longsor yang terjadi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat serta daerah lain di Indonesia menjadi perhatian khususnya.
Sebelum saya memulai, saya ingin menyampaikan rasa duka yang mendalam atas bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, serta banjir parah di beberapa wilayah lain di Indonesia, ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa perasaan belasungkawa ini mewakili pemerintah dan rakyat Timor Leste kepada masyarakat Indonesia yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana tersebut. Xanana Gusmao juga menyebutkan bahwa banyak warga yang kehilangan anggota keluarga atau masih menunggu kabar dari kerabat yang belum ditemukan.
Kami memiliki rasa simpati yang mendalam kepada keluarga yang mengungsi atau yang masih menantikan kabar dari anggota keluarga mereka, katanya.
Ia menambahkan bahwa Timor Leste akan tetap berdiri bersama Indonesia dalam menghadapi masa berkabung ini. Dalam masa duka ini, Timor Leste berdiri bersama Indonesia dan masyarakat yang terdampak oleh tragedi ini, ujar Xanana.
Data Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Indonesia
Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dirilis pada hari Kamis, 11 Desember 2025, jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 990 jiwa. Angka ini meningkat dibandingkan laporan sehari sebelumnya, yaitu 969 korban.
Rinciannya adalah sebagai berikut:
- Aceh: 407 korban meninggal
- Sumatera Barat: 240 korban meninggal
- Sumatera Utara: 343 korban meninggal
Selain itu, jumlah korban hilang di ketiga provinsi tersebut berkurang dari 262 menjadi 222 orang.
Sumatera Utara menjadi wilayah dengan jumlah korban hilang terbanyak, yaitu 98 orang. Di Aceh, korban hilang mencapai 31 jiwa, sedangkan di Sumatera Barat sebanyak 93 jiwa. BNPB juga melaporkan bahwa total korban luka di ketiga provinsi tersebut mencapai lebih dari 5.400 orang.
Penurunan Jumlah Pengungsi
Sebelumnya, BNPB juga mencatat penurunan jumlah pengungsi. Pada Senin, 8 Desember 2025, total pengungsi mencapai 1.057.482 jiwa. Angka ini berkurang pada Selasa menjadi 894.101 jiwa.
Hari ini terdata di rekapitulasi provinsi menjadi 894.101 jiwa, kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Selasa, 9 Desember 2025.
Dian Rahma Fika berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar