
Xpeng G7 EREV: Kombinasi Listrik dan Bensin untuk Jarak Tempuh Maksimal
Xpeng kembali menarik perhatian industri otomotif setelah mengumumkan rencana meluncurkan varian Extended Range Electric Vehicle (EREV) dari SUV G7 pada kuartal pertama 2026. Keberadaan Xpeng G7 EREV dianggap sebagai strategi penting untuk mengatasi kekhawatiran konsumen terhadap infrastruktur pengisian daya, sambil tetap mempertahankan karakter mobil listrik modern.
Salah satu daya tarik utama Xpeng G7 EREV adalah spesifikasi jarak tempuh yang sangat tinggi. Dalam mode listrik murni, SUV ini mampu menempuh hingga 430 kilometer berdasarkan standar CLTC. Angka ini cukup besar untuk kendaraan EREV, mengingat sebagian besar model di segmen ini masih bergantung pada mesin bensin.
Yang lebih mengejutkan, saat sistem range-extender aktif, total jarak tempuh gabungan G7 EREV diklaim mencapai 1.704 kilometer. Klaim ini menjadikannya salah satu SUV elektrifikasi dengan daya jelajah terpanjang di dunia saat ini. Bagi konsumen yang sering melakukan perjalanan lintas kota atau wilayah, keunggulan ini menjadi nilai jual utama.
Teknologi 800V dan Fast Charging 5C
Dari sisi teknologi, Xpeng G7 EREV dibangun di atas platform 800V, sebuah fondasi yang saat ini mulai menjadi standar baru di segmen EV premium. Platform ini memungkinkan efisiensi distribusi daya yang lebih baik serta mendukung pengisian daya super cepat.
Mobil ini juga dilengkapi dengan teknologi fast charging 5C. Dengan sistem tersebut, pengisian daya setara 314 kilometer dapat dilakukan hanya dalam waktu sekitar 12 menit. Kecepatan pengisian ini menjadi faktor penting, terutama bagi pengguna yang menginginkan kepraktisan setara mobil konvensional.
Mesin 1.5T dan Motor Listrik Bertenaga
Meski berstatus EREV, karakter listrik tetap menjadi fokus utama. Xpeng G7 EREV mengombinasikan motor listrik utama dengan mesin bensin 1.5T yang berfungsi sebagai range-extender. Mesin bensin tersebut menghasilkan tenaga maksimum 110 kW dan tidak secara langsung menggerakkan roda, melainkan menyuplai listrik ke baterai.
Motor listriknya sendiri mampu menghasilkan daya hingga 218 kW, memberikan performa yang cukup untuk sebuah SUV menengah. Untuk penyimpanan energi, Xpeng menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 55,8 kWh yang dikenal lebih stabil dan tahan lama. Baterai ini dipadukan dengan tangki bahan bakar berkapasitas 60 liter, menghasilkan keseimbangan antara efisiensi, daya tahan, dan biaya produksi.
Desain Futuristis dengan Identitas EREV
Dari sisi tampilan, Xpeng G7 EREV tidak meninggalkan identitas desain khas merek ini. Bahasa desain X Face generasi kedua tetap mendominasi bagian depan, memberikan kesan futuristis dan modern. Elemen seperti gagang pintu tersembunyi, kaca spion hitam, serta kaca film di jendela belakang masih dipertahankan.
Secara dimensi, versi EREV sedikit lebih panjang sekitar 26 mm dibandingkan varian BEV. Ukurannya mencapai 4.918 mm untuk panjang, 1.925 mm lebar, dan 1.655 mm tinggi, dengan jarak sumbu roda 2.890 mm. Di bagian belakang, lampu tembus pandang berbentuk C dan logo XPENG pada pintu bagasi tetap menjadi ciri khas. Pembeda paling jelas adalah hadirnya lencana “POWER X” sebagai identitas varian EREV.
Posisi Harga dan Strategi Pasar
Saat ini, Xpeng G7 versi BEV dipasarkan di China dalam tiga trim dengan harga berkisar 195.800 hingga 225.800 yuan, atau sekitar Rp469 juta hingga Rp541 jutaan. Varian BEV tersebut menawarkan jarak tempuh 602 km dan 702 km (CLTC).
Alih-alih terlibat perang harga, Xpeng memilih strategi memperluas lini produk melalui teknologi EREV. G7 EREV menjadi model EREV ketiga Xpeng setelah MPV X9 dan sedan P7+. Perusahaan bahkan menargetkan peluncuran tiga model EREV pada awal 2026, serta empat model tambahan dengan opsi EREV dan EV dalam tahun yang sama.
Keunggulan dan Kekurangan Xpeng G7 EREV
Keunggulan utama Xpeng G7 EREV jelas terletak pada jarak tempuh ultra panjang, teknologi 800V, fast charging 5C, serta fleksibilitas penggunaan tanpa ketergantungan penuh pada charger. Desain futuristis dan performa motor listrik yang kuat juga menjadi nilai tambah.
Di sisi lain, kekurangannya terletak pada kompleksitas sistem EREV yang lebih rumit dibanding EV murni, serta potensi bobot kendaraan yang lebih berat. Selain itu, hingga kini belum ada kepastian apakah model ini akan dipasarkan di luar China.
Dengan spesifikasi dan strategi yang diusung, Xpeng G7 EREV berpotensi menjadi penantang serius di segmen SUV elektrifikasi. Jika klaim jarak tempuh dan teknologi yang ditawarkan benar-benar terealisasi, model ini bisa menjadi standar baru bagi kendaraan EREV di pasar global.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar