Yusaku Yamadera, Samurai Tenang di Jantung Pertahanan PSIM yang Berambisi ke Sebelas Terbaik Super L

Yusaku Yamadera, Samurai Tenang di Jantung Pertahanan PSIM yang Berambisi ke Sebelas Terbaik Super League

Yusaku Yamadera: Pemain Asing yang Menjadi Simbol Kebangkitan PSIM Yogyakarta

Yusaku Yamadera bukan sekadar bek asing bagi PSIM Yogyakarta. Pemain asal Jepang ini telah menjadi bagian penting dari jantung pertahanan Laskar Mataram sejak musim lalu, sekaligus menjadi simbol kebangkitan klub kebanggaan Kota Gudeg menuju kasta tertinggi sepak bola nasional.

Kedatangannya ke PSIM tidak diiringi banyak sorotan, namun ia justru mencuri perhatian lewat konsistensi dan performa yang stabil. Musim 2024/2025 menjadi saksi bagaimana ketenangan, disiplin, serta kecerdasan membaca permainan dari bek berusia 28 tahun ini membantu PSIM meraih gelar juara Liga 2 dan mengakhiri penantian promosi selama 18 tahun.

Promosi ke kasta tertinggi bukanlah akhir dari cerita Yusaku. Di Super League, ia tetap dipercaya sebagai pilar utama tim. Hingga pekan ini, Yusaku telah tampil sebanyak 13 kali dan memberikan kontribusi besar dalam membawa PSIM bertengger di posisi keenam klasemen dengan koleksi 24 poin—capaian yang melampaui banyak prediksi awal musim.

Di balik performa solid tersebut, Yusaku menyimpan ambisi personal. Ia secara terbuka menyatakan keinginannya untuk masuk ke dalam sebelas pemain terbaik Super League. Target tinggi ini terasa realistis jika melihat kontribusinya sejauh ini.

Meski memiliki ambisi pribadi, Yusaku menegaskan bahwa kepentingan tim tetap menjadi prioritas utama. Baginya, memastikan PSIM bertahan di kasta tertinggi musim depan adalah hal yang lebih penting dari pencapaian individu. Ia percaya bahwa stabilitas klub merupakan fondasi untuk kesuksesan prestasi individu.

Komitmen Yusaku terhadap PSIM juga terlihat dari pengorbanannya. Ia memilih menunda pulang ke Jepang di momen pergantian tahun demi fokus menghadapi jadwal padat, termasuk laga krusial melawan Semen Padang di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Bagi Yusaku, tahun baru memiliki makna khusus sebagai seorang penganut Buddha di Jepang. Biasanya, momen tersebut ia habiskan bersama keluarga. Namun kali ini, tanggung jawab sebagai pemain profesional membuatnya harus rela berjauhan.

Untuk mengobati rindu, Yusaku memilih cara sederhana: panggilan video. Bagi sang bek, dukungan keluarga dari kejauhan sudah cukup memberi energi tambahan untuk tetap tampil maksimal di lapangan.

Menjelang penutupan tahun 2025, Yusaku mengaku sangat bersyukur. Banyak pencapaian besar yang ia raih, mulai dari mengangkat trofi Liga 2 hingga menjalani musim debut di Super League Indonesia.

Ia juga menikmati proses adaptasi dengan lingkungan baru. Interaksi dengan banyak pemain asing dari berbagai negara memberinya pengalaman budaya yang berharga, sekaligus memperkaya sudut pandangnya sebagai pesepak bola profesional.

Di bawah arahan pelatih Jean-Paul van Gastel, Yusaku terus berkembang. Ia bukan hanya bek bertahan, tetapi juga pemimpin yang tenang di lini belakang—tipe pemain yang kehadirannya sering kali baru terasa ketika ia absen.

Bagi suporter PSIM, Yusaku Yamadera kini lebih dari sekadar pemain asing. Ia adalah simbol dedikasi, kerja keras, dan mimpi besar—seorang samurai lapangan hijau yang datang jauh dari Jepang untuk menorehkan kisah penting dalam sejarah Laskar Mataram.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan