Zulhas Akui Pernah Ditegur Harrison Ford Soal Deforestasi: Dia Hero, Saya Mau Jadi Villain

Zulhas Akui Pernah Ditegur Harrison Ford Soal Deforestasi: Dia Hero, Saya Mau Jadi Villain

Peristiwa Membuka Mata tentang Deforestasi di Indonesia

Beberapa waktu lalu, sebuah video lawas yang menampilkan perdebatan antara Menteri Perdagangan RI sekaligus Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), dengan aktor Hollywood, Harrison Ford, kembali menjadi sorotan. Video tersebut muncul kembali di media sosial, terutama setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda beberapa wilayah di Pulau Sumatera.

Video ini berisi dialog antara Zulhas dan Ford dalam sebuah film dokumenter yang sedang difilmkan. Dalam percakapan tersebut, Ford tampak marah kepada Zulhas karena dinilai gagal mengatasi masalah deforestasi di Tesso Nilo. Pada saat itu, Zulhas mengakui bahwa dirinya memang dimarahi oleh Ford, tetapi ia juga menjelaskan bahwa hal itu bagian dari proses syuting film dokumenter tersebut.

Pengakuan Zulhas tentang Kegagalan Mengatasi Perambahan Hutan

Menurut Zulhas, Ford marah karena tidak mampu menangani sekitar 50 ribu pelaku perambahan hutan di Tesso Nilo. Ia mengatakan bahwa saat itu, Ford menyampaikan kekecewaannya terhadap pemerintah Indonesia yang dinilai tidak mampu mengatasi masalah tersebut.

Namun, Zulhas mencoba menjelaskan bahwa situasi politik Indonesia pada masa itu sedang mengalami perubahan pasca-reformasi. Ia meminta Ford agar tidak membandingkan sikap pemerintahan Amerika dengan Indonesia. "Saya bilang you jangan samakan saya dengan Amerika, ini Negara Republik Indonesia baru reformasi," ujarnya.

Pemerintah Indonesia sebelum reformasi memiliki kekuasaan yang lebih besar dan bisa memberikan perintah tanpa mempertimbangkan suara rakyat. Sebaliknya, saat ini, pejabat harus lebih responsif terhadap keinginan rakyat karena pemilihan umum yang lebih demokratis.

Reaksi Zulhas Saat Di Marahi Ford

Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ekspresi Zulhas yang tersenyum ketika Ford berbicara dengan nada tinggi. Menurut Zulhas, senyum itu muncul karena ia sadar dirinya sedang menjadi bagian dari alur narasi dokumenter si pembuat film. Ia mengaku kurang pintar karena tidak menyadari sejak awal bahwa Ford datang sebagai tokoh utama yang harus tampil heroik dalam film tersebut.

Akibatnya, Zulhas dianggap sebagai sosok yang memerankan orang jahat. "Saya tertawa kenapa, oh iya sadar karena dia lagi shooting, saya aja bodoh. Mau jadi penjahat (villain), dia yang heronya," kata Zulhas.

Viral di Media Sosial

Video percakapan antara Zulhas dan Ford kembali viral di media sosial. Kolom komentar di akun YouTube The Years Project yang menayangkan video tersebut juga ramai dengan komentar warganet. Video tersebut mengungkap kenyataan pahit tentang kerusakan hutan yang sudah terjadi sejak 12 tahun lalu, tetapi masih terjadi hingga tahun 2025.

Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, pada 28 Oktober 2014, Menhut mengukuhkan Taman Nasional Tesso Nilo seluas 81.793 hektare melalui SK 6588/Menhut-VII/KUH/2014. Namun, sebelum 2014, luas hutan Tesso Nilo telah mengalami pengurangan.

Tangkapan satelit melalui Google Earth fitur Google Timelapse menunjukkan bahwa pada 2009, kawasan masih terlihat hijau karena dipenuhi vegetasi hutan. Namun, mulai 2012, beberapa wilayah terlihat berwarna coklat. Pada 2014, hampir separuh kawasan rumah para gajah itu berwarna cokelat imbas dari penebangan hutan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan