
Desakan Mundur untuk Menteri Pangan dan Kehutanan
Beberapa menteri di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini menghadapi tekanan besar dari berbagai kalangan, termasuk para pengamat politik. Dua nama yang menjadi sorotan utama adalah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Mereka didesak untuk mundur dari jabatannya karena dinilai gagal dalam menangani bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Sumatera.
Kritik terhadap Zulkifli Hasan
Zulkifli Hasan, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), menjadi sorotan setelah aksinya memanggul karung beras saat membantu warga terdampak banjir. Meski tindakan tersebut dianggap sebagai bentuk kepedulian, banyak yang menilai bahwa tindakan itu justru terkesan seperti pencitraan. Pengamat politik Rocky Gerung menyebut bahwa Zulkifli Hasan seharusnya tidak lagi muncul di media massa karena dinilai tidak memiliki keberadaban yang cukup dalam menghadapi krisis.
Rocky Gerung menegaskan bahwa Zulkifli Hasan seharusnya sadar bahwa ada sesuatu yang tidak benar dalam cara dia merespons bencana. "Bukan hanya terpojok oleh netizen, tapi ada sesuatu yang diumpankan pada publik sehingga seolah-olah dengan memanggul beras itu persoalan selesai," katanya. Ia menilai bahwa tindakan seperti ini justru menciptakan kesan pameran kemanusiaan yang palsu.
Penolakan dari PAN
Meski demikian, Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi membela Zulkifli Hasan. Menurutnya, tindakan Zulhas dalam membantu warga terdampak banjir bukanlah untuk pencitraan. "Bang Zul mengangkat karung atau membantu membersihkan rumah dari lumpur bukanlah untuk pencitraan," ujar Viva. Ia menekankan bahwa Zulkifli Hasan dikenal sebagai sosok yang mudah tersentuh hatinya ketika melihat penderitaan masyarakat.
Viva menjelaskan bahwa sikap Zulkifli Hasan telah terlihat sejak lama, bahkan sejak PAN berdiri pada tahun 1998. "Tidak ada kepalsuan dalam bersikap. Itu murni dari hatinya," ujarnya. Ia menilai bahwa turun langsung membantu warga yang terkena bencana adalah pekerjaan yang mulia.
Desakan untuk Raja Juli Antoni
Selain Zulkifli Hasan, Raja Juli Antoni juga menjadi target desakan mundur dari jabatannya. Desakan ini datang setelah bencana banjir dan tanah longsor menerjang tiga provinsi di Pulau Sumatra, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Penyebab bencana disinyalir berkaitan dengan kerusakan hutan.
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Usman Husin, menuding Raja Juli Antoni tidak paham soal kehutanan saat membahas izin pengelolaan hutan di Tapanuli Selatan, Sumut. "Izin pengelolaan hutan yang seharusnya tidak keluar, ternyata keluar," kata Usman. Ia juga meminta Kemenhut fokus pada upaya penanaman kembali di tiga provinsi yang terdampak banjir bandang.
Respons dari Raja Juli Antoni
Menhut Raja Juli Antoni telah merespons desakan agar dirinya mundur. Ia menegaskan bahwa hak untuk memilih atau menghentikan menteri ada di tangan Presiden Prabowo Subianto. "Saya yakin namanya kekuasaan itu milik Allah dan itu hak prerogatif presiden. Jadi saya siap dievaluasi," ujarnya. Ia menegaskan bahwa ia hanya bekerja semaksimal mungkin yang bisa dilakukannya.
Tanggapan dari Masyarakat
Desakan untuk mundur dari jabatan juga datang dari masyarakat luas. Banyak orang menilai bahwa kinerja kedua menteri tersebut tidak memenuhi ekspektasi, terutama dalam menghadapi bencana yang menimpa rakyat. Rocky Gerung menilai bahwa sejumlah menteri serta pejabat yang terkait dengan penanganan banjir bandang dan tanah longsor seharusnya memiliki kontrol diri. Hal ini digunakan untuk memudahkan publik mengetahui pertanggungjawaban negara dengan cara mundur.
Ia juga menyebut bahwa diaspora di luar negeri juga dibanjiri pertanyaan mengenai penanganan bencana di Indonesia. "Diaspora itu banjir dibanjiri dengan pertanyaan oleh teman-teman mereka di seantero planet dan mereka hanya bisa mentertawakan juga apa yang dilakukan oleh menteri-menteri itu atau pejabat-pejabat di sekitar krisis bencana ini," katanya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar