Kekacauan Geopolitik di Dunia Setelah Serangan AS ke Venezuela Pada hari Sabtu (3/1/2026) dini hari, Amerika Serikat melakukan operasi militer mendadak terhadap Venezuela. Dalam operasi tersebut, pasukan AS berhasil
Operasi Militer yang Cepat dan Efisien Pada dini hari hari Sabtu (3/1/2026), pasukan elit Amerika Serikat (AS) berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dalam operasi yang berlangsung sangat cepat. Operasi
BERITA Top 3 Dunia Pada hari Sabtu, 3 Januari 2026, berita utama dunia diawali oleh reaksi global terhadap serangan Amerika Serikat ke Venezuela. Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan AS telah menculik
Peningkatan Pergerakan Penumpang di Bandara Ngurah Rai Pada Jumat (2/1/2026), jumlah pergerakan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencatatkan angka sebesar 77.367 penumpang. Angka ini terdiri dari
Penangkapan Presiden Venezuela oleh Militer AS Mengundang Kontroversi Presiden Venezuela, Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, ditangkap oleh militer Amerika Serikat (AS) dalam sebuah operasi militer yang
Tegangnya Hubungan Diplomasi Antara Venezuela dan Amerika Serikat Tensi diplomatik antara Caracas dan Washington semakin memuncak setelah Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, tiba di fasilitas militer Amerika Serikat
Peringatan PBB terhadap Tindakan Militer Amerika Serikat di Venezuela Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyampaikan kekhawatiran terhadap tindakan militer yang dilakukan Amerika
Amerika Serikat dan Kebijakan Militer yang Mencengangkan Amerika Serikat kembali menjadi sorotan dunia setelah operasi militer yang dilakukannya di Venezuela berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh
Peristiwa Kontroversial yang Mengguncang Dunia Sebuah foto yang diunggah oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui akun Truth Social pada Sabtu (3/1) memicu perhatian global. Foto tersebut menampilkan
Kebijakan Pembatasan Masuk Warga AS oleh Mali dan Burkina Faso Mali dan Burkina Faso mengambil langkah tegas dengan membatasi masuknya warga Amerika Serikat (AS) ke negaranya. Keputusan ini diambil sebagai bentuk